Laman

Tampilkan postingan dengan label Romantika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Romantika. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Februari 2014

Remeh Temeh : Kejar-kejaran Pakai Pisau

Sudah cukup sering kita mendengar bahwa pertengkaran yang terjadi di rumah tangga seringkali disebabkan oleh hal-hal sepele atau remeh temeh. Dan betapa sering kita mendengar bahwa komunikasi memegang peranan yang sangat penting dalam keutuhan dan stabilitas rumah tangga.

Kali ini saya ingin bercerita tentang soal sepele yang berakibat fatal yaitu KDRT dari suami kepada istrinya dan tontonan kekerasan pada anak-anak mereka.
Ini kisah nyata, sehingga maaf, saya terpaksa mengaburkan beberapa info.

Pasangan suami istri ini menikah tak lama setelah mereka berpacaran. Usia keduanya terpaut cukup jauh meski tak bisa dibilang sangat jauh. Istri adalah seorang pegawai di sebuah instansi dan suami adalah seorang pebisnis.
Maksud saya, kedua suami istri ini bekerja dan menghasilkan uang.

Rabu, 18 September 2013

Syukurilah Apa yang Ada



Saya dulu pernah merasa hampa dengan pernikahan ini. Sehingga saya sering tersenyum geli ketika mendengar betapa orang-orang berharap untuk segera menikah. Lucu sekali, betapa mereka berharap terikat, semantara saya sendiri berharap bisa terbang bebas, begitu dulu pola pikir saya.


Saya menikah karena orang tua ingin saya segera menikah. Kalau boleh jujur, saya belum ingin menikah kala itu. Saya terpesona ketika Bapak sumringah kala lelaki sholeh itu datang. Betapa beliau tidak akan berbahagia, saya belum pernah sekalipun berpacaran. Meski berkali-kali saya menjelaskan, bahwa saya tidak akan pernah berpacaran, tapi beliau berdua tak mengerti juga. 
Menurut orang tua, saya ini ‘mengerikan’ di mata lelaki, buktinya sampai saya 24 tahun,

Minggu, 07 April 2013

Bertanggung jawab = Berjuang Mempertahankan Pernikahan

Bagaimana kondisi pernikahanmu sekarang, kawan? Apa semuanya baik-baik saja? Adakah ombak gelombang yang menggoyang perahumu? Seberapa kuatkah itu? Ataukah itu hanya goyangan riak-riak kecil di perjalanan.

Pernahkah engkau merasa lelah dan berfikir untuk pensiun dini?
Sebelum engkau mengambil keputusan, coba simak kisah dari seorang temanku ini.
***
Orang bijak bilang, mengambil keputusan itu memang tidak mudah tetapi mempertahankannya (ternyata) jauh lebih tidak mudah.
     Dalam suatu perjalanan pada persinggahan di suatu tempat, saya pernah menemukan seorang wanita "hebat". Saya katakan hebat, karena jika saya yang mengalaminya belum tentu saya akan kuat bertahan. Sebut saja namanya si Ukhti. Si Ukhti ini ternyata menikah dengan "adek", hehehe ini istilah untuk pasangan yang lebih muda. Istilah anak sekarang bronies...si brondong manis,kita sebut saja dia si Lelaki.
Ketika menikah kondisi si Ukhti sudah mapan, alias sudah bisa menghidupi dirinya sendiri, Beliau dosen di salah satu PTS.
Dan si Lelaki adalah mahasiswanya sendiri. Namun ternyata pernikahan si Lelaki dengan si Ukhti ini tidak direstui keluarga laki-laki, ceritanya agak rumit. Intinya si Lelaki ini jika ingin berkunjung ke rumah istrinya harus diam-diam, dan begitu si Lelaki datang, rumah harus dalam kondisi remang-remang jika tidak bisa dikatakan gelap, karena ada saja mata-mata yang memberi tahu kakak si Lelaki yang seorang pengacara, yang selalu meneror si Ukhti.